Framework interkultural · multistakeholder · berbasis HAM

Toolkit Etika AI Kontekstual untuk Masyarakat Multikultural

Menilai apakah sistem AI siap dikembangkan, diuji, atau diterapkan dengan mempertimbangkan budaya, bahasa, data komunitas, disabilitas, ketimpangan 3T, HAM, dan meaningful participation.

15domain
62indikator
4level keputusan
23red flags
YOUR ASSESSMENT JOURNEY

Hasil saat ini

0%
Belum diisi

Skor tidak boleh mengalahkan red flag. Satu red flag yang belum selesai dapat menghentikan deployment.

BUILT FOR REAL DECISIONS

Siapa yang dapat memakai toolkit ini?

Satu instrumen, beberapa perspektif: gunakan sesuai peran dan bukti yang Anda miliki.

Pemerintah

Periksa pengadaan dan kesiapan deployment.

Komunitas

Petakan risiko dan siapkan pertanyaan berbasis bukti.

Pengembang

Temukan celah, safeguards, dan tindakan mitigasi.

Peneliti

Dokumentasikan assessment dan keterlacakan bukti.

CONTEXT MATTERS

Ethical AI begins with people and context.

AI governance becomes meaningful when communities can contribute evidence, question decisions, and shape the safeguards that affect their lives.

PeopleContextEvidenceAction
BOOK COMPANION Aligned with the public manuscript
Disinkronkan dengan naskah final buku: 15 domain · 62 indikator · 23 red flags · evidence-first governance · cross-disability accessibility.

Apa yang menjadi fokus toolkit ini?

Website mengikuti logika buku: evidence-first, red-flag gating, participant traceability, dan lifecycle reassessment.

New red flag

Anti-tokenism & meaningful participation

Tidak cukup hanya mengundang komunitas. Harus ada bukti masukan mereka memengaruhi keputusan sejak desain sampai evaluasi.

New red flag

Accessibility as lived experience

Testing mencakup critical journey lintas modalitas, caption/transcript, visual alerts, autentikasi aksesibel, plain language, alternative input, dan co-testing lintas-disabilitas sesuai use case.

Expanded

Collective consent & restricted data

Consent individu tidak cukup untuk pengetahuan kolektif. Toolkit kini memasukkan restricted Indigenous data dan intergenerational records.

Direkomendasikan untuk

Pembuat kebijakan, instansi publik, CSO/komunitas, pendidik, pengembang, auditor, dan tim pengadaan yang perlu melakukan pre-deployment review atau post-deployment audit.

About the Toolkit

Menghubungkan prinsip etika AI global dengan kondisi lokal masyarakat multikultural.

WHY THIS TOOLKIT EXISTS

Etika AI harus bekerja dalam konteks nyata.

Toolkit ini menghubungkan prinsip global dengan bahasa, budaya, aksesibilitas, kapasitas lokal, partisipasi bermakna, dan akuntabilitas.

01 / PROCESS

Cara kerja toolkit

Panduan penggunaan, bukan algoritma baru untuk mengubah skor atau keputusan.

01

Define

Tentukan sistem dan tujuan.

02

Contextualise

Kenali konteks lokal.

03

Map

Petakan kelompok terdampak.

04

Assess

Nilai 62 indikator.

05

Identify

Uji bukti dan red flags.

06

Decide

Baca hasil keputusan.

07

Act

Tetapkan mitigasi dan pemilik aksi.

08

Reassess

Tinjau dan perbarui bukti.

02 / FRAMEWORK

15 domain dalam lima kelompok tematik

Pengelompokan visual untuk navigasi; domain dan indikator asli tidak berubah.

01—04

Rights & Accountability

D1 Context & Human Rights · D2 Fairness · D3 Transparency · D4 Accountability

05—06

Data & Community Governance

D5 Privacy & Security · D6 Collective Consent

07—09

Culture & Inclusion

D7 Cultural & Linguistic Validation · D8 Accessibility · D9 Participation

10—12

Readiness & Human Capacity

D10 Remote Readiness · D11 AI Literacy · D12 Grievance & Remedy

13—15

Deployment & Improvement

D13 Procurement · D14 Monitoring & Audit · D15 Sustainability

03 / METHODOLOGY

Dari bukti menuju tindakan

▤ LiteratureKajian dan penelitian
◎ InterviewsPengalaman kontekstual
▥ FrameworksPrinsip tata kelola
15 DOMAINS · 62 INDICATORS · 23 RED FLAGS
AssessmentDecision supportAction plan

Temuan wawancara adalah bukti kualitatif kontekstual, bukan representasi statistik nasional.

Tujuan

Memberikan alat praktis untuk mengidentifikasi risiko, evidence yang diperlukan, red flags, mitigasi, dan keputusan deployment.

Metodologi

Triangulasi literature/framework evidence, contextual qualitative interviews, dan operational risk-management logic. Temuan wawancara diperlakukan sebagai contextual evidence, bukan generalisasi nasional; scoring dan threshold merupakan desain operasional toolkit, bukan cut-off ilmiah.

Cara penggunaan

Isi bersama tim lintas fungsi dan perwakilan komunitas terdampak. Jawaban “Ya” tetap membutuhkan bukti.

Logika keputusan

ScoreDecisionMakna
85–100%ProceedKesiapan kuat dan tidak ada unresolved red flag.
70–84%Proceed with ConditionsAda gap yang harus ditutup dengan kondisi yang terdokumentasi.
50–69%Pause & MitigateKelemahan material harus dimitigasi sebelum deployment.
<50% / red flagDo Not DeploySistem belum siap atau ada risiko yang tidak dapat diterima.
Catatan metodologis. Yes = 2, Partial = 1, No = 0; N/A dikeluarkan dari denominator. Red flag yang No/Partial—atau dinyatakan Yes tanpa bukti—dianggap belum terselesaikan. Decision bands adalah desain operasional toolkit untuk mendukung keputusan, bukan sertifikasi bahwa sistem “etis” atau “aman”.
Portrait of Rilla Gusela Sumisra

About the author

Rilla Gusela Sumisra is an Indonesian digital policy practitioner working across AI governance, privacy/data protection, cybersecurity, online safety, and Internet governance. She holds an MSc from the London School of Economics and develops this toolkit as an independent policy-learning project informed by global frameworks and field interviews.

This toolkit represents an independent project and does not represent the official position of any institution.

Download Toolkit Book

Panduan Advokasi untuk Komunitas & Organisasi Warga

Gunakan instrumen ini saat wilayah atau organisasimu menjadi sasaran pengembangan atau pengadaan AI oleh pemerintah maupun vendor swasta.

COMMUNITY VOICE

Warga bukan hanya penerima teknologi, tetapi mitra dalam pengambilan keputusan.

Gunakan pertanyaan, bukti, dan jalur pengaduan untuk membangun dialog yang bermakna.

Langkah 1

Kaji Transparansi Proyek

Tuntut pembukaan dokumen: apa tujuan sistem, data warga apa yang diproses, di mana server disimpan, dan siapa pihak pengembangnya.

Langkah 2

Terapkan Red Flag Gate

Jadikan indikator red flag (C1, G1, M1, Q2) sebagai syarat mutlak. Jika pengembang belum memenuhinya, komunitas berhak meminta penundaan.

Langkah 3

Audiensi Berbasis Bukti

Gunakan formulir assessment ini untuk audit mandiri. Unduh hasilnya dalam format JSON atau cetak dokumen untuk bahan rapat dengar pendapat di DPRD/Pemda.

Piagam 5 Tuntutan Baku Komunitas (Community Red Lines)

Domain Tuntutan Komunitas Dasar Advokasi & Hak Warga
D6. Collective Consent Pengambilan data kebudayaan, bahasa daerah, dan ritual wajib meminta persetujuan perwakilan kolektif adat, bukan hanya consent individual. Mencegah perampasan pengetahuan lokal tanpa izin dan tanpa bagi hasil (*benefit-sharing*) yang berkelanjutan.
D9. Meaningful Participation Warga terdampak wajib dilibatkan sejak tahap perencanaan awal dan memiliki hak menolak (*right to refuse*). Menghentikan praktik tokenisme ketika warga hanya diundang pada acara sosialisasi seremonial.
D10. Remote & 3T Readiness Wajib menyediakan jalur manual/luring jika koneksi internet mati atau warga tidak memiliki ponsel pintar. Memastikan warga rentan tidak kehilangan akses bantuan sosial atau administrasi kependudukan.
D12. Grievance & Redress Wajib tersedia petugas manusia untuk menerima pengaduan; dilarang hanya mengandalkan chatbot otomatis. Menjamin pemulihan nyata (*effective remedy*) saat sistem salah membuat profiling atau keputusan.
D13. Data Sovereignty Data daerah tidak boleh diserahkan mentah-mentah ke vendor cloud tanpa hak audit dan transfer keahlian ke SDM lokal. Mencegah ketergantungan teknologi seumur hidup dan ekstraksi data wilayah oleh pihak luar.

Interactive Assessment

Mulai dengan project profile. Trigger akan menandai domain yang harus diberi perhatian khusus.

Project Profile / Pre-screen

Trigger tidak menghapus domain lain; hanya menandai domain prioritas.

Action Plan

Diisi otomatis dari domain dengan skor rendah/red flag. Tambahkan owner dan deadline untuk approval.

Priority Domain Issue / action Owner Deadline Closure Evidence Status Decision Gate

Formulir Umpan Balik Toolkit (Opsional)

Formulir ini mengirim hanya feedback yang Anda setujui ke server. Jawaban assessment tidak dikirim.

Evidence Base & Interview Findings

Temuan lapangan adalah contextual qualitative evidence; bukan klaim statistik untuk seluruh Indonesia.

EDU-3T-01 · Education Expert 3T Regions

Kesenjangan 3T, validasi budaya/bahasa, consent tidak cukup dari satu individu, kanal pengaduan non-digital, dan kebutuhan pemerataan infrastruktur.

CCE-01 · Cultural and Community Expert

Literasi AI untuk perempuan/komunitas 3T, data minimisation, consent yang jelas, pendekatan etnografis, human readiness, dan partisipasi bermakna.

IP-01 · Indigenous Participant

Anti-tokenisme, layered collective consent, restricted Indigenous data, source pluralism pada isu HAM, sustainable benefit-sharing, dialek lokal, continuity saat konflik, serta grievance online–offline dengan human escalation.

DP-01 · Disability Participant

DP-01 memberi lived-experience evidence blind/low vision tentang pointer + screen reader, authentication barriers, pengaduan aksesibel, human escalation, direct co-testing, dan regression monitoring. Temuan ini tidak dianggap mewakili ragam disabilitas lain; cakupan lintas-disabilitas dilengkapi melalui standar, literatur, dan co-testing pengguna yang relevan.

From evidence to implementation

Interview findingToolkit feature
IP-01: tokenism / lifecycle participationD9 red flags + feedback-to-decision trace + action plan
IP-01: layered consent & restricted community/cultural dataD6 collective consent, prohibited-data register, intergenerational record
IP-01: source dominance on sensitive issuesD2/D3 viewpoint-bias & source-diversity checks
DP-01: blind/low-vision lived experienceD8 operational detail, supplemented by cross-disability standards, literature, and relevant-user co-testing
Deaf/hard-of-hearing and multimodal accessD8 captions/transcripts, visual alerts, text alternatives, sign-language planning where relevant
DP-01: bot-only complaint failureD12 mandatory human escalation red flag
DP-01: accessibility regression after updatesD14 release regression monitoring
Insight riset: dari konsultasi menuju community agency. Gentelet, Mathieu, dan Bahary-Dionne (2026) menunjukkan pentingnya social justice, lived experience, local knowledge, community ownership, dan horizontal governance. Dalam toolkit, kehadiran kelompok terdampak saja tidak cukup: evidence harus menunjukkan bahwa mereka memengaruhi pilihan teknologi, data, dan keputusan deployment.

Key Research & Governance Sources

Ringkasan website bukan pengganti sumber asli. Sumber inti yang menopang buku dan toolkit meliputi:

Governance baselineUNESCO (2021); ASEAN Guide on AI Governance and Ethics (2024)
Participation & digital justiceGentelet, Mathieu & Bahary-Dionne (2026); Young et al. (2024); Bergman et al. (2024); Pillai et al. (2023)
Community dataCarroll et al. (2020) CARE; Engstrom et al. (2024)
Local languageCahyawijaya et al. (2021); Hidayatullah et al. (2025)
AccessibilityWCAG 2.2; W3C COGA & Captions; Gartland et al. (2022); Hughes et al. (2026); James et al. (2022); Lestari et al. (2024); DP-01
Accountability & contestabilityAlon-Barkat & Busuioc (2023); Leofante et al. (2024)
ProcurementOECD (2025); UK Government; World Bank
SustainabilityUNEP (2024); Bolón-Canedo et al. (2024); Jiang et al. (2024)
Website ini menyajikan ringkasan evidence dan tidak memuat transkrip penuh. Dalam buku, klaim akademik utama ditautkan melalui Chicago-style footnotes; interview evidence menggunakan participant code dan referensi pertanyaan atau timestamp yang tersedia. DP-01 dicatat sebagai interview result.