Pemerintah
Periksa pengadaan dan kesiapan deployment.
Menilai apakah sistem AI siap dikembangkan, diuji, atau diterapkan dengan mempertimbangkan budaya, bahasa, data komunitas, disabilitas, ketimpangan 3T, HAM, dan meaningful participation.
Prinsip global bertemu kebutuhan, suara, dan bukti lokal.
Skor tidak boleh mengalahkan red flag. Satu red flag yang belum selesai dapat menghentikan deployment.
Satu instrumen, beberapa perspektif: gunakan sesuai peran dan bukti yang Anda miliki.
Periksa pengadaan dan kesiapan deployment.
Petakan risiko dan siapkan pertanyaan berbasis bukti.
Temukan celah, safeguards, dan tindakan mitigasi.
Dokumentasikan assessment dan keterlacakan bukti.
AI governance becomes meaningful when communities can contribute evidence, question decisions, and shape the safeguards that affect their lives.
Hanya testimoni nyata yang ditinjau dan diberi izin khusus untuk tampil di homepage.
Website mengikuti logika buku: evidence-first, red-flag gating, participant traceability, dan lifecycle reassessment.
Tidak cukup hanya mengundang komunitas. Harus ada bukti masukan mereka memengaruhi keputusan sejak desain sampai evaluasi.
Testing mencakup critical journey lintas modalitas, caption/transcript, visual alerts, autentikasi aksesibel, plain language, alternative input, dan co-testing lintas-disabilitas sesuai use case.
Consent individu tidak cukup untuk pengetahuan kolektif. Toolkit kini memasukkan restricted Indigenous data dan intergenerational records.
Pembuat kebijakan, instansi publik, CSO/komunitas, pendidik, pengembang, auditor, dan tim pengadaan yang perlu melakukan pre-deployment review atau post-deployment audit.
Menghubungkan prinsip etika AI global dengan kondisi lokal masyarakat multikultural.
Toolkit ini menghubungkan prinsip global dengan bahasa, budaya, aksesibilitas, kapasitas lokal, partisipasi bermakna, dan akuntabilitas.
Panduan penggunaan, bukan algoritma baru untuk mengubah skor atau keputusan.
Tentukan sistem dan tujuan.
Kenali konteks lokal.
Petakan kelompok terdampak.
Nilai 62 indikator.
Uji bukti dan red flags.
Baca hasil keputusan.
Tetapkan mitigasi dan pemilik aksi.
Tinjau dan perbarui bukti.
Pengelompokan visual untuk navigasi; domain dan indikator asli tidak berubah.
D1 Context & Human Rights · D2 Fairness · D3 Transparency · D4 Accountability
D5 Privacy & Security · D6 Collective Consent
D7 Cultural & Linguistic Validation · D8 Accessibility · D9 Participation
D10 Remote Readiness · D11 AI Literacy · D12 Grievance & Remedy
D13 Procurement · D14 Monitoring & Audit · D15 Sustainability
Temuan wawancara adalah bukti kualitatif kontekstual, bukan representasi statistik nasional.
Memberikan alat praktis untuk mengidentifikasi risiko, evidence yang diperlukan, red flags, mitigasi, dan keputusan deployment.
Triangulasi literature/framework evidence, contextual qualitative interviews, dan operational risk-management logic. Temuan wawancara diperlakukan sebagai contextual evidence, bukan generalisasi nasional; scoring dan threshold merupakan desain operasional toolkit, bukan cut-off ilmiah.
Isi bersama tim lintas fungsi dan perwakilan komunitas terdampak. Jawaban “Ya” tetap membutuhkan bukti.
| Score | Decision | Makna |
|---|---|---|
| 85–100% | Proceed | Kesiapan kuat dan tidak ada unresolved red flag. |
| 70–84% | Proceed with Conditions | Ada gap yang harus ditutup dengan kondisi yang terdokumentasi. |
| 50–69% | Pause & Mitigate | Kelemahan material harus dimitigasi sebelum deployment. |
| <50% / red flag | Do Not Deploy | Sistem belum siap atau ada risiko yang tidak dapat diterima. |

Rilla Gusela Sumisra is an Indonesian digital policy practitioner working across AI governance, privacy/data protection, cybersecurity, online safety, and Internet governance. She holds an MSc from the London School of Economics and develops this toolkit as an independent policy-learning project informed by global frameworks and field interviews.
This toolkit represents an independent project and does not represent the official position of any institution.
Download Toolkit BookGunakan instrumen ini saat wilayah atau organisasimu menjadi sasaran pengembangan atau pengadaan AI oleh pemerintah maupun vendor swasta.
Gunakan pertanyaan, bukti, dan jalur pengaduan untuk membangun dialog yang bermakna.
Tuntut pembukaan dokumen: apa tujuan sistem, data warga apa yang diproses, di mana server disimpan, dan siapa pihak pengembangnya.
Jadikan indikator red flag (C1, G1, M1, Q2) sebagai syarat mutlak. Jika pengembang belum memenuhinya, komunitas berhak meminta penundaan.
Gunakan formulir assessment ini untuk audit mandiri. Unduh hasilnya dalam format JSON atau cetak dokumen untuk bahan rapat dengar pendapat di DPRD/Pemda.
| Domain | Tuntutan Komunitas | Dasar Advokasi & Hak Warga |
|---|---|---|
| D6. Collective Consent | Pengambilan data kebudayaan, bahasa daerah, dan ritual wajib meminta persetujuan perwakilan kolektif adat, bukan hanya consent individual. | Mencegah perampasan pengetahuan lokal tanpa izin dan tanpa bagi hasil (*benefit-sharing*) yang berkelanjutan. |
| D9. Meaningful Participation | Warga terdampak wajib dilibatkan sejak tahap perencanaan awal dan memiliki hak menolak (*right to refuse*). | Menghentikan praktik tokenisme ketika warga hanya diundang pada acara sosialisasi seremonial. |
| D10. Remote & 3T Readiness | Wajib menyediakan jalur manual/luring jika koneksi internet mati atau warga tidak memiliki ponsel pintar. | Memastikan warga rentan tidak kehilangan akses bantuan sosial atau administrasi kependudukan. |
| D12. Grievance & Redress | Wajib tersedia petugas manusia untuk menerima pengaduan; dilarang hanya mengandalkan chatbot otomatis. | Menjamin pemulihan nyata (*effective remedy*) saat sistem salah membuat profiling atau keputusan. |
| D13. Data Sovereignty | Data daerah tidak boleh diserahkan mentah-mentah ke vendor cloud tanpa hak audit dan transfer keahlian ke SDM lokal. | Mencegah ketergantungan teknologi seumur hidup dan ekstraksi data wilayah oleh pihak luar. |
Mulai dengan project profile. Trigger akan menandai domain yang harus diberi perhatian khusus.
Trigger tidak menghapus domain lain; hanya menandai domain prioritas.
Diisi otomatis dari domain dengan skor rendah/red flag. Tambahkan owner dan deadline untuk approval.
| Priority | Domain | Issue / action | Owner | Deadline | Closure Evidence | Status | Decision Gate |
|---|
Formulir ini mengirim hanya feedback yang Anda setujui ke server. Jawaban assessment tidak dikirim.
Temuan lapangan adalah contextual qualitative evidence; bukan klaim statistik untuk seluruh Indonesia.
Kesenjangan 3T, validasi budaya/bahasa, consent tidak cukup dari satu individu, kanal pengaduan non-digital, dan kebutuhan pemerataan infrastruktur.
Literasi AI untuk perempuan/komunitas 3T, data minimisation, consent yang jelas, pendekatan etnografis, human readiness, dan partisipasi bermakna.
Anti-tokenisme, layered collective consent, restricted Indigenous data, source pluralism pada isu HAM, sustainable benefit-sharing, dialek lokal, continuity saat konflik, serta grievance online–offline dengan human escalation.
DP-01 memberi lived-experience evidence blind/low vision tentang pointer + screen reader, authentication barriers, pengaduan aksesibel, human escalation, direct co-testing, dan regression monitoring. Temuan ini tidak dianggap mewakili ragam disabilitas lain; cakupan lintas-disabilitas dilengkapi melalui standar, literatur, dan co-testing pengguna yang relevan.
| Interview finding | Toolkit feature |
|---|---|
| IP-01: tokenism / lifecycle participation | D9 red flags + feedback-to-decision trace + action plan |
| IP-01: layered consent & restricted community/cultural data | D6 collective consent, prohibited-data register, intergenerational record |
| IP-01: source dominance on sensitive issues | D2/D3 viewpoint-bias & source-diversity checks |
| DP-01: blind/low-vision lived experience | D8 operational detail, supplemented by cross-disability standards, literature, and relevant-user co-testing |
| Deaf/hard-of-hearing and multimodal access | D8 captions/transcripts, visual alerts, text alternatives, sign-language planning where relevant |
| DP-01: bot-only complaint failure | D12 mandatory human escalation red flag |
| DP-01: accessibility regression after updates | D14 release regression monitoring |
Ringkasan website bukan pengganti sumber asli. Sumber inti yang menopang buku dan toolkit meliputi: